Minggu, 22 November 2009

Melakukan back up konfogurasi merupakan suatu tindakan yang tepat untuk mengantisipasi kegagalan system pada waktu mendatang. Ketika system kacau, kita dapat me-load kembali file backup tersebut sehingga router tidak perlu dikonfigurasi ulang.
Perlu anda diketahui ada perbedaan antara eksport dan import. Berikut adalah perbedaanya:
Export
Export dipakai untuk menyimpan perintah konfigurasi per direktori.
Backup
Backup dipakai untuk menyimpan perintah konfigurasi per keseluruhan system.
Contoh kasus ketika settingan server kita rusak karena sering terjadi mati listrik. Ketika itu settingan server rusak, maka untuk mengembalikan settingan ke semula maka perlu me-load kembali file back up. Maka setelah me-loadnya sever akan kembali ke settingan awal, serta server akan berfungsi kembali.
Contoh lainnya ketika kita melakukan setting namun gagal dan kemungkinan susah untuk dikembalikan kembali dengan merubah secara langsung konfigurasinya atau settingannya. Maka proses me-load file back up adalah solusinya.
Proses backup sendiri seharusnya dilakukan ketika ketika selesai setting server. Dan terus dibackup ketika ada perubahan settingan server sehingga kita mempunyai settingan terakhir server kita. Ketika system mengalami kerusakan maka kita dapat me-load file tersebut.
Berikut adalah perintah untuk menyimpan/mem-backup konfigurasi system ke dalam suatu jenis file berektensi .backup.
[admin@mikrotik]>system backup save name=backupmikrotik
Lalu tekan enter. Maka file back up akan terbentuk dengan nama file backupmikrotik.backup.
Ketika settingan server mikrotik kita rusak maka kita harus me-load file backup tersebut. Perintah untuk me-load kembali konfigurasi yang telah di-backup adalah:
[admin@mikrotik]>system backup load name=backupmikrotik
Tekan enter
Restore and reboot [Y/N]: Y
Tekan Enter
Lalu tunggu hingga mikrotik melakukan reebot. Dan settingan akan kembali ke semula. Selamat mencoba.